Review Battlefield 6: Kebangkitan Besar yang Akhirnya Dinanti Fans?
![]() |
| Battlefield 6 Epic Games |
Battlefield 6 (dirilis 10 Oktober 2025) adalah usaha EA dan DICE menghidupkan kembali waralaba Battlefield dengan skala pertempuran besar, kendaraan masif, dan medan perang yang bisa dihancurkan. Setelah kritik pedas terhadap Battlefield 2042, harapan untuk game ini sangat tinggi. Di review ini, aku meninjau apakah BF6 benar-benar mengembalikan “jiwa Battlefield besar” atau hanya versi yang dipoles dari pendahulunya dari sudut gameplay, performa PC, dan relevansi kompetitif di 2025.
Informasi Teknis & Identitas
- Developer / Publisher: Battlefield Studios & DICE / EA
- Tanggal Rilis: 10 Oktober 2025
- Platform: PC, PlayStation 5, Xbox Series X / S
- Genre: First-Person Shooter, Multiplayer Skala Besar
- Mode: Multiplayer (Conquest, Rush, Domination, dll) + Portal Mode kustom
Gameplay & Mekanik Utama
Battlefield 6 menawarkan campuran elemen klasik Battlefield skala besar dan modernisasi mekanik. Berikut beberapa poin analisis:
Skala Pertempuran & Kelas
Mode multiplayer menghadirkan hingga **64 pemain** di peta besar, dengan peran kelas klasik: Assault, Support, Engineer, dan Recon.Kombinasi kendaraan berat dan infanteri menghadirkan momen war yang sinematik sekaligus taktis: tembak-menembak di darat, udara, dan kendaraan.
Destruksi & Lingkungan
Salah satu daya tarik Battlefield klasik kembali: lingkungan bisa dihancurkan. Dengan engine Frostbite, BF6 menjanjikan kehancuran struktur yang realistis dan arena pertempuran yang dinamis.Selain itu, peta dibangun dengan ukuran besar dan menawarkan eksplorasi strategis: tidak hanya kotak perang linier, tetapi medan yang bervariasi.
Mode Khusus & Portal
Portal Mode kembali: memungkinkan pemain membuat server kustom, desain mode, dan aturan sendiri. Namun, menurut laporan, mode ini belum langsung populer di komunitas utama.Mode klasik seperti Conquest, Rush, Domination juga hadir untuk memberikan rasa Battlefield “generasi lama” sekaligus fleksibilitas modern.
Story, Worldbuilding & Atmosfer
Battlefield 6 menyandang konflik fiktif antara NATO dan sebuah perusahaan militer swasta bernama **Pax Armata**, yang menaikkan isu moral dan geopolitik modern. Setting peta besar – dari kota metropolitan hingga pegunungan dan gurun – memberikan nuansa peperangan global dan skala epik khas Battlefield. Atmosfernya sangat menekankan chaos perang: ledakan, taktik tim, tembak-menembak kendaraan — terasa seperti perang “besar” tetapi tetap bisa terasa strategis bila dikelola dengan tim.
5. Visual, Audio & Desain Artistik
Dari sisi visual, Battlefield 6 cukup impresif namun tetap pragmatis. Mereka memilih untuk **tidak menggunakan ray-tracing**, demi menjaga performa lebih stabil.
- Grafis: Detil teksur, kehancuran struktur, dan efek ledakan sangat kuat, tapi tanpa beban berat ray tracing.
- Audio: Sound design pertempuran sangat imersif: suara ledakan, kendaraan, dan tembakan terasa berat dan berdampak.
- UI / UX: Beberapa pemain mengkritik UI sebagai “clunky” dan kurang intuitif.
Performa & Optimisasi di PC
Battlefield 6 cukup dioptimalkan menurut reviewer: bahkan di setting tinggi, performa bisa tetap mulus dengan hardware modern.
Medcom melaporkan spesifikasi PC setidaknya butuh storage 55 GB pada versi minimum dan ~90 GB untuk setelan rekomendasi.
Teknologi seperti upscaling / frame generation (NVIDIA, Intel, AMD) didukung, memberikan fleksibilitas pengguna untuk menyeimbangkan visual dan performa.
Catatan: Beberapa pemain menyebut game ini sangat “CPU-heavy” di beberapa konfigurasi. :contentReference[oaicite:17]{index=17}
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Pertarungan skala besar dengan kendaraan dan infanteri khas Battlefield.
- Destruksi lingkungan sangat realistis dan strategis.
- Performance PC solid karena tanpa ray-tracing.
- Kelas klasik (Assault, Support, dll) membuat gameplay familiar namun strategis.
- Portal Mode memberi kebebasan kustomisasi mode dan server.
- Peta besar dan bervariasi memungkinkan pertempuran berbeda-beda.
Kekurangan
- UI / UX dirasa kurang intuitif oleh sebagian pemain.
- Progresi lambat di awal; tantangan class terkadang terasa membosankan.
- Mode Portal versi awal belum terlalu populer, dan XP farming di server kustom jadi masalah.
- Beberapa senjata atau kendaraan mungkin terasa overpowered—misalnya IFV sejak awal sempat dikeluhkan.
- Desain peta dianggap repetitif oleh sebagian pemain.
Verdict / Penilaian Akhir
Battlefield 6 adalah comeback ambisius yang cukup berhasil: ia membawa kembali warisan Battlefield besar melalui peta masif, destruksi dinamis, dan skala perang epik. EA dan DICE tampak ingin mengembalikan “jiwa Battlefield lama” sambil tetap modern dan dalam banyak kasus, mereka mencapainya.
Namun, beberapa kompromi teknis dan desain tetap terlihat: progresi terasa lambat, mode Portal masih butuh polesan, dan beberapa masalah balancing muncul di update awal. Meski demikian, fondasinya kuat jika DICE terus mendengarkan komunitas, BF6 bisa tumbuh menjadi salah satu era yang dihargai.
Rekomendasi singkat:
- Cocok untuk: Penggemar pertempuran skala besar, pemain yang menyukai taktik + kendaraan, dan fan lama Battlefield.
- Tidak cocok untuk: Mereka yang menginginkan progresi cepat tanpa repot, atau pemain yang kesulitan dengan UI dan motornya CPU tinggi.

Komentar
Posting Komentar